Teknologi Terbaru Untuk Mencegah Pengemudi Mobil Yang Tertidur

Apa yang terlintas dibenak Anda jika mendengar nama Panasonic? Pasti Anda berpikir sebuah merek peralatan rumah tangga. Itu memang benar. Namun, tahukah Anda jika perusahaan asal Jepang ini dalam beberapa tahun terakhir telah memulai merambah ke dunia otomotif?

Bukan hanya turun di pasar suku cadang saja, tetapi juga penciptaan inovasi teknologi. Nah, ini salah satunya adalah teknologi canggih anti kantuk untuk pengemudi mobil. Teknologi ini bukan yang pertama, karena sudah banyak diaplikasikan oleh merek otomotif terkemuka di dunia, seperti Volvo dan Mercedes-Benz yang bisa memantau pengemudi dan menentukan kapan seharusnya si pengemudi beristirahat.

Teknologi mobil otonom dipersiapkan untuk memberikan banyak kemudahan kepada pengemudi yang relatif memiliki keterbatasan fisik. Tetapi sampai era mobil otonom itu terwujud, tertidur sambil duduk di belakang kemudi masih sangat berbahaya. Sehingga yang kerap kita diberikan sebuah anjuran untuk menepi dan beristirahat sejenak.

Perusahaan asal Jepang, telah menciptakan suatu sistem in-car yang dapat memantau dan mendeteksi rasa kantuk sebelum benar-benar tertidur, lalu memberikan respon mencegah pengemudi jatuh tertidur ke level yang lebih dalam atau biasa kita disebut dengan lelap.

Namun, Teknologi dari Panasonic ini bersifat pribadi, serta sistem ini secara akurat mengukur tingkat kantuk tersebut dengan memindai ekspresi wajah, kedipan mata, penurunan panas dari tubuh dan pola ilumnasi retina mata. Informasi ini kemudian dikombinasikan dengan informasi yang dikumpulkan di sekitar kendaraan. Seluruh data kemudian diproses menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk menilai level kantuk pengemudi. Apabila level kantuk dianggap membahayakan, sistem akan memberi peringatan berupa suara disusul getaran dan meminta pengemudi untuk beristirahat sejenak.

Selain itu, teknologi ini juga melihat cahaya ambien untuk menentukan, apakah itu siang atau malam, dan semua informasi tersebut diproses melalui fitur kecerdasan yang kemudian memutuskan, apakah pengemudi harus beristirahat atau tidak.